Persekutuan Yang Sejati

Oleh: Wiempy Wijaya

Di dlm kehidupan yg kita jalani ini, tdk dapat dipungkiri bahwa kita harus hidup bersama dgn org lain. Kita tdk bisa hanya mengandalkan diri sendiri dlm menjalani kehidupan ini, tapi kita tetap membutuhkan org lain untuk berbagi kebahagiaan, saling membantu jika terdapat kesulitan hidup, sharing ttg permasalahan hidup, dll. Alkitab menyebut pengalaman untuk berbagi dgn sesama sebagai persekutuan. Kebangkitan Yesus melahirkan suatu persekutuan yg di dalamnya Ia tetap hadir melalui Roh-Nya. Persekutuan tdk hanya berarti hadir dlm kebaktian di gereja saja. Persekutuan berarti kita semua sbg org Kristen bersama-sama mengambil inisiatif untuk hidup bersama. Di dlm persekutuan terdapat kasih yg tulus serta tdk mementingkan diri sendiri, sharing permasalahan hidup dgn jujur, saling menguatkan jika ada masalah hidup, bersedia mengorbankan waktu dan tenaga untuk menolong sesama.

[block:views=similarterms-block_1]

Di dlm persekutuan, kita akan berusaha mengatakan hal yg jujur saja yg telah dialami dlm kehidupan yg kita jalani ini. Di dlm persekutuan yg sejati, sebisa mungkin kita bicara dari hati ke hati dgn teman persekutuan untuk mengeluarkan isi hati yg selama ini terpendam. Saling berbagi masalah yg telah kita alami, saling berdiskusi untuk mencari solusi yg terbaik bagi masalah tsb, dan akhirnya kita mendapatkan berbagai macam solusi yg mungkin bisa membantu kita dlm memecahkan masalah yg kita hadapi. Karena di dlm persekutuan kita merasa nyaman dan tentram dlm berbagi permasalahan hidup, membuat diri kita dpt mengeluarkan isi hati ttg permasalahan hidup. Kita merasa yakin di dlm persekutuan dgn teman seiman, dlm kondisi saling mendoakan dan saling menguatkan teman seiman yg mempunyai masalah, permasalahan hidup yg kita hadapi dapat dicarikan solusinya dgn sharing permasalahan yg kita hadapi dgn teman seiman. Dibutuhkan kejujuran dan integritas yg tinggi dlm persekutuan yg sejati. Kita harus melepas rasa takut untuk mengungkapkan permasalahan yg menimpa hidup kita, saling percaya terhadap teman seiman.

Dlm persekutuan yg sejati ada saatnya kita memberi solusi bagi teman seiman yg sedang mengalami permasalahan, ada saatnya juga kita menerima solusi atas permasalahan yg sedang kita hadapi. Persekutuan yg sejati membutuhkan komitmen yg luar biasa dari para anggotanya. Kita semua harus mau komitmen dgn apa yg telah dilakukan selama ini. Juga diperlukan rasa tanggung jawab yg tinggi dari para anggota persekutuan untuk saling berbagi dlm suka dan duka dlm menghadapi permasalahan yg ada. Kita semua harus konsisten dlm iman, ketika kita menghadapi masalah dan ketika kita berusaha menguatkan rekan seiman yg sedang menghadapi masalah.

Dan juga ingatlah, Alkitab dlm Kolose 3:15 (CEF) berkata demikian: "Kamu masing-masing adalah bagian dari tubuh Kristus, dan kamu dipilih untuk hidup bersama di dlm damai sejahtera"

Hal ini dipertegas dlm Mazmur 133 ayat 1 yg berbunyi: "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara2 diam bersama dgn rukun!"

Di dlm persekutuan sejati, kita semua akan merasakan sedih atas penderitaan teman seiman kita, kita semua akan merasakan gembira atas keberhasilan teman seiman kita dlm karier. Kita dapat merasakan bagaimana rasanya mengalami penderitaan yg dialami teman seiman. Semua itu akan membuka mata hati, bahwa sangat wajar setiap manusia pasti mempunyai masalahnya tersendiri. Kita dpt mengerti dan memahami mengapa Tuhan memberi percobaan dan masalah dlm hidup kita ini. Semua hal itu tdk terlepas dari mempelajari dan mengambil hikmah dari permasalahan2 yg sudah di-sharing dan dicarikan solusinya dlm persekutuan.

Di dlm persekutuan yg sejati, dibutuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan dlm memecahkan dan mencari solusi permasalahan yg ada. Kita harus mau mendengar secara sungguh2 permasalahan hidup yg menimpa teman seiman kita. Kalau bisa kita ikut serta memberikan solusi atas permasalahan tsb. Ingatlah apa yg dikatakan oleh Paulus dlm 1 Korintus 15:58 yg berbunyi demikian: "Karena itu, saudara-saudaraku yg kekasih, berdirilah teguh, jgn goyah, dan giatlah selalu dlm pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dlm persekutuan dgn Tuhan jerih payahmu tdk sia-sia"

Akhir kata, persekutuan yg sejati mendasarkan segala sesuatu di dalamnya dgn kasih karunia, dimana kita semua mau menolong teman seiman tanpa mengungkit-ungkit kejelekan sifat dan perbuatan yg dilakukan oleh teman seiman, sehingga muncul permasalahan yg mendera teman seiman tsb.