Kematian

Misteri Kehidupan & Kematian


Oleh : Pdt. Samuel T. Gunawan, SE, S.Th, M.Th

“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:10-12)

Siapkah Anda Mati?

Oleh: Yon Maryono

Pada saat pertanyaan ini disampaikan kepada seorang pemuda, jawabannya: “Wah, yang benar saja, Om. Mestinya pertanyaan itu ditujukan kepada Om yang usianya sudah 50 tahun ke atas“. Dia tidak siap, dipikir masih mempunyai usia yang panjang jauh dari kematian. Ia masih ingin menikmati hidup di dunia. Demikian pula, ada seorang Pendeta tidak pernah lagi diundang mendoakan orang sakit karena ada 2 (dua) pertanyaan yang selalu disampaikan kepada si penderita: “Saudara percaya Kristus?“ Ya”, jawab si penderita. “Saudara siap mati dalam Kristus?“, si penderita mulai ragu menjawab dan keluarganya mengernyitkan keningnya. Mereka umumnya mengharapkan kesembuhan dan mengharapkan kehidupan di dunia, bukan pertanyaan siap mati.

Kebangkitan Kristus: Peristiwa Transformatif Bagi Orang Percaya

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, SE, M.Th
 
Kekristenan memahami Paskah sebagai perayaan dan peringatan kebangkitan Kristus dari kematian. Kebangkitan Kristus (Paskah) tidak bisa dipisahkan dari peristiwa kematianNya (Jumat Agung) baik secara historikal maupun teologikal. Untuk mencapai tujuan penyelamatan maka signifikansi peristiwa yang satu hanya bisa dipahami dalam korelasi dengan peristiwa lainnya. Paulus menegaskan “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Kor 15:3-4).

Lalu, apakah arti dari kebangkitan Kristus bagi kita? Majalah TAHETA edisi April 2012 di halaman 8, saya menyebutkan enam signifikansi dari kebangkitan Kristus, yaitu : (1) konfirmasi kebenaran pernyataanNya dan kebenaran prediksi Kitab suci; (2) bukti keilahianNya; (3) Verifikasi korbanNya yang sempurna dan diterima Allah Bapa; (4) transformatif bagi manusia; (5) pondasi dari Kekristenan; dan (6) Memberi dampak pada kekekalan dan kekinian kita.

Signifikansi Kebangkitan Kristus

Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th *

“Esensi Injil adalah kematian dan kebangkitan Kristus. Jika Kristus tidak dibangkitkan dari kematian, maka iman kita menjadi sia-sia dan Injil bukanlah kabar baik” - by STG -

Kematian dan kebangkitan Kristus tidak bisa dipisahkan, baik secara historikal maupun teologikal. Signifikansi peristiwa yang satu hanya bisa dipahami dalam korelasi dengan peristiwa lainnya. Kedua peristiwa ini penting untuk mencapai tujuan penyelamatan Allah (Roma 4:25).

Pesta Paskah

Oleh: Rizky Purukan

Setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian-Nya, Ia menampakan diri kepada murid-murid-Nya. Tetapi kebangkitan-Nya itu belum membuat murid-murid Tuhan Yesus berpesta. Mereka tetap seperti biasa, bahkan kembali kepekerjaan mereka sehari-hari. Seakan-akan mereka tidak tahu apa yang harus di perbuat. Tetapi ketika Tuhan Yesus yang bangkit itu hadir ditengah-tengah pekerjaan mereka dan ikut campur dalam usaha mereka menagkap ikan sehingga setelah jala dilemparkan akhirnya mereka mendapatkan ikan sebanyak seratus lima puluh tiga ekor. Dan murid yang pertama menyadari bahwa itu Yesus adalah Yohanes. Yohanes menyadari bahwa yang telah memimpin mereka adalah Tuhan Yesus. Campur tangan Tuhan Yesus dalam pekerjaan mereka telah merubah keisengan mereka yang sia-sia menjadi suatu "Pesta".

Kubur Kosong

(1 Korintus 15)

Saya rasa pasal ini merupakan pasal yang paling penting dalam tulisan Paulus, terutama bagi orang-orang yang telah kehilangan seseorang dalam hidup ini. Tidak lama setelah orang-orang yang kita kasihi pergi, maka akan timbul pertanyaan, "Akankah kita bertemu dengan mereka lagi?" Paulus menjawab pertanyaan ini, dan memberikan suatu penghiburan yang dapat kita temukan dengan sangat jelas yang tidak dinyatakan dalam ayat lain. Ketika kita membaringkan orang-orang yang kita kasihi yang telah pergi, adalah suatu penghiburan ketika kita mengetahui bahwa kita akan bertemu dengan mereka lagi dalam waktu yang tidak lama.

Gereja Smirna ( 100 AD ­ 312 AD )

Oleh:Andre Widodo

Wahyu 2:8-11

Gereja Smirna dikategorikan oleh para ahli Alkitab sebagai Gereja yang
Teraniaya atau The Persecuted Church.Masa Gereja Smirna dimulai dari tahun 100 AD ­ 312 AD. Masa ini bisa disebut sebagai masa aniaya terbesar yang pernah terekam/dialami anak-anak Tuhan dalam sejarah gereja.Satan melakukan segala macam cara untuk menganiaya gereja,untuk menghambat gereja. Tetapi yang terjadi adalah : semakin anak-anak Tuhan dianiaya,semakin besar kebangunan rohani yang terjadi.

Mau Ke Sorga atau Ke Neraka Selamanya?

Apa yang terjadi jika seorang yang beriman meninggal dan apa yang terjadi bila seorang yang tidak beriman meninggal ? Alkitab cukup jelas tentang hal ini. Di 2 Korintus 5:8 kita baca: "Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan."

Seorang Bayi Mungil ...

Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 Jam, Tetapi ...

Penulis : Karen Kingsbury

Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Senyum Ibu Terakhir

Karena merasa sangat kehilangan, saya hampir tidak merasakan kerasnya bangku gereja yang saya duduki. Saya berada di pemakaman dari sahabat terbaik saya
ibu saya.